Mengenal Definisi, Fungsi, dan Simbol dalam Data Flow Diagram (DFD)

Definisi Data Flow Diagram (DFD)

Pengembangan sistem secara terstruktur dapat digambarkan menggunakan Data flow diagram (DFD), sedangkan untuk yang berorientasi objek (OOP) menggunakan Unified Modeling Language (UML). Dimana keduanya hingga saat ini masih banyak dipelajari dan digunakan.

Data flow diagram (DFD) adalah ilustrasi alur sebuah sistem, biasanya DFD banyak digunakan oleh seseorang yang bekerja di bidang sistem informasi. Hingga saat ini, DFD banyak digunakan dalam pengembangan berbagai sistem, termasuk software development.

Data Flow Diagram (DFD) adalah suatu diagram yang dibuat menggunakan notasi-notasi untuk mengambarkan aliran data dari sistem, memberikan tampilan secara visual tentang aliran data dan informasi dari suatu sistem.

Visual dari DFD ini mengambarkan siapa saja yang terlibat pada sistem tersebut dari start sampai finish. DFD sering kali dipakai untuk mengambarkan suatu sistem yang sudah ada atau sistem baru yang akan dikembangkan.

DFD pertama kali pengunaannya dipopulerkan oleh Larry Constantine dan Ed Yourdon pada akhir 1970-an dalam bukunya yang bertajuk structured analysis and design technique.

Notasi DFD memiliki acuan pada teori grafik yang awalnya digunakan untuk penelitiaan operasional dalam permodelan alur kerja dalam suatu organisasi. Terdapat banyak simbol yang mengambarkan DFD, satu dengan simbol lain memiliki fungsi dan kegunaan yang berbeda. Pada tahun 1979 Tom DeMarco menyimpulkan komponen DFD terdiri dari Entitas, Proses, Aliran dan Data Store.

Dikutip dari Lucidchart, DFD adalah peta aliran informasi untuk setiap proses atau sistem. Adapun menurut SmartDraw, DFD adalah gambaran bagaimana data diproses oleh suatu sistem dari segi input dan output.

Dari dua definisi tersebut, kita bisa menyimpulkan bahwa DFD adalah gambaran arus informasi yang diproses dari input menuju sebuah output tertentu. DFD fokus pada arus informasi, asal dan tujuan data, hingga bagaimana data tersebut disimpan.

Biasanya, DFD digunakan untuk menjelaskan atau menganalisis sebuah sistem informasi. Selain itu, diagram ini juga bisa dimanfaatkan dalam proses software development. Banyak analis lebih memilih DFD daripada jenis diagram lainnya. Analis dapat menggunakan DFD untuk membuat gambaran sebuah sistem, kemudian memberikannya pada programmer. Selanjutnya, programmer akan membuat coding berdasarkan arahan analis yang tertuang dalam DFD.

Banyak proses dalam suatu sistem yang sulit dijelaskan oleh kata-kata, oleh karena itu untuk menyederhanakannya, kita bisa menggunakan DFD yang disusun secara visual.

Baca Juga  Platform Docker

Fungsi DFD

Pada dasarnya, ada tiga fungsi utama dari DFD, yaitu sebagai berikut :

1. Penggambaran sistem

Fungsi pertama dari DFD adalah sebagai penggambaran sistem. DFD dapat kita gunakan untuk menggambarkan sistem sebagai suatu jaringan yang fungsional. Di dalam jaringan tersebut, ada berbagai komponen yang dihubungkan satu sama lain menggunakan alur data, dengan demikian kita bisa memahami setiap alur yang ada dalam sistem tersebut.

2. Pembuatan model

Selain menggambarkan sistem, DFD juga dapat kita gunakan untuk membuat sebuah model yang baru. Kita bisa menekankan fungsi sistem-sistem tertentu untuk melihat bagian yang lebih detail dari DFD tersebut. Dengan begitu, kita bisa melihat beberapa bagian penting untuk acuan merancang sebuah model.

3. Penyampaian rancangan sistem

DFD dapat menggambarkan alur data secara lebih mudah melalui pendekatan visual. Oleh karena itu, kita bisa menggambarkan rancangan sistem menggunakan DFD dan menyampaikannya pada programmer, pembuat sistem, klien, dan siapa pun yang perlu mengetahuinya. Dengan pendekatan visual mereka akan lebih mudah memahami rancangan yang kita buat.

Aturan Pembuatan DFD

Dilansir dari Lucidchart, ada empat aturan utama dalam pembuatan DFD, yaitu sebagai berikut :

  1. Jumlah input dan output : Setiap DFD setidaknya harus memiliki satu input dan satu output. Hal ini disebabkan karena DFD harus menggambarkan alur sistem dari awal hingga akhir.
  2. Hubungan data store : Aturan DFD selanjutnya adalah setiap data store harus terhubung dengan setidaknya satu input dan satu output. Dengan begitu, data store bisa menyimpan semua data yang masuk ke sistem.
  3. Data store harus diproses : Setiap data yang tersimpan di data store harus melalui sebuah proses yang menjadikannya sebuah output.
  4. Posisi proses : Setiap proses yang terdapat di DFD harus menjalani proses lainnya atau tersimpan di data store.

 

Simbol DFD

Ada berbagai simbol yang digunakan dalam DFD, yaitu persegi panjang, lingkaran, dan panah. Setiap simbol memiliki makna yang berbeda dan akan diberi label untuk menjelaskan semua step tersebut.

Kita bisa membuat DFD sederhana menggunakan tangan, namun ada pula beberapa software khusus yang bisa kita gunakan untuk membuat DFD, seperti EasyCase, Power Designer 6, Microsoft Visio, Draw.io, dan sebaginya.

Baca Juga  Cara Mudah Menggambar Diagram Secara Online dengan Draw.io

Untuk simbol DFD ada 2 jenis yang bisa kita gunakan, keduanya intinya sama cuma berbeda dari orang yang mempopulerkan saja. Tetapi jika kita menggunakan De Marco/Yourdan maka simbol lainnya juga harus menggunakan yang sama, jangan ada simbol dari Gane/Sarson sehingga membuat kebingungan.

Simbol-simbol DFD terdiri dari 4 simbol berikut adalah simbol-simbol dalam DFD beserta dengan penjelasannya :

1. Entitas Luar / External Entity / Terminator

Simbol yang memiliki fungsi sebagai orang, organisasi dan sejenisnya yang berada diluar sistem tetapi berinteraksi dengan sistem. Simbol ini perlu diberi nama sesuai dengan aslinya biasanya menggunakan kata benda seperti: pekerja, dosen, mahasiswa, sistem penjualan dan lainnya tergantung sistem yang akan dibuat.

2. Proses

Proses merupakan kegiatan atau pekerjaan yang memproses data inputan dari entitas ke output. Biasanya untuk proses diberikan kata kerja seperti: bekerja, mengajar, belajar, menjual dan sebagainya tergantung dari entitas awal.

3. Aliran Data (Data Flow)

Aliran data berfungsi untuk menerangkan aliran data atau informasi dari simbol satu ke simbol lainnya. Biasanya pemberian nama pada aliran data juga menggunakan kata benda.

4. Data Store (Simpan Data)

Data Store atau data source merupakan simbol yang ada kaitannya dengan penyimpanan seperti file atau database. Simbol database biasanya berada setelah simbol proses untuk menyimpan output pemrosesan. Dalam penamaan data store ini diisi sesuai dengan data apa yang disimpan seperti gaji, golongan, karyawan dan lain-lain.

 

Jenis DFD

1. DFD Level 0 (Diagram Konteks)

Diagram level 0 atau bisa juga diagram konteks adalah level diagram paling rendah yang mengambarkan bagaimana sistem berinteraksi dengan external entitas, suatu diagram yang terdiri dari sebuah metode yang dapat menjelaskan lingkup sistem secara umum.

Pada diagram konteks akan diberikan nomor untuk setiap proses yang berjalan, umumnya mulai dari angka 0 untuk start awal.

Semua entitas yang ada pada diagram konteks termasuk juga aliran datanya akan langsung diarahkan kepada sistem. Pada diagram konteks ini juga tidak ada informasi tentang data yang tersimpan dan tampilan diagramnya tergolong sederhana.

Contoh diagram konteks :

2. DFD Level 1

DFD level 1 adalah tahapan lebih lanjut tentang DFD level 0, dimana semua proses yang ada pada DFD level 0 akan dirinci dengan lengkap sehingga lebih lengkap dan detail. Proses-proses utama yang ada akan dipech menjadi sub-proses.

Baca Juga  Fungsi Tombol pada Keyboard Komputer

Perbedaan DFD Level 0 dan DFD Level 1

Ada perbedaan antara 2 level DFD tersebut yang perlu kita ketahui, berikut ini perbedaannya :

    • DFD level 0 hanya mengambarkan sistem secara basic saja.
    • DFD level 0 hanya menjelaskan aliran data dari input sampai output.
    • DFD level 1 mengambarkan aliran data yang lebih kompleks pada setiap prosesnya yang kemudian terbentuklah data store dan aliran data.
    • DFD level 1 mengambarkan sistem secara sebagian atau seluruhnya secara mendetail.

 

3. DFD Level 2

DFD Level 2, yaitu diagram aliran data yang merupakan rincian proses dari DFD level 1 yang bertugas untuk menguraikan apa saja proses-proses yang ada dalam lingkup sistem.

Contoh dfd level 2 :

Setiap Bubble proses pada DFD level 1 dapat dimodelkan secara lebih terperinci menjadi sebuah DFD lagi. Bahkan apabila diperlukan, setiap bubble proses pada DFD level 2 dapat diperinci juga menjadi level 3, begitu juga seterusnya. Perincian DFD dapat berhenti sampai proses yang ada bersifat atomik atau sudah cukup mendetail dan sudah tidak dapat dipecah lagi.

 

Bentuk Data Flow Diagram (DFD)

Berikut ini adalah beberapa bentuk Data flow diagram yang digunakan untuk menggambarkan sistem yaitu Diagram Alur Data Fisik (DADF) dan Diagram Alur Data Logika (DADL).

DADF lebih menekankan pada bagaimana proses dari sistem diterapkan, sedangkan DADL lebih menekankan pada proses-proses apa yang terdapat di sistem.

1. Diagram Alur Data Fisik

Diagram Alur Data Fisik (DADF) adalah diagram yang lebih tepat digunakan untuk menggambarkan sistem yang ada (sistem yang lama). Penekanan dari DADF adalah bagaimana proses-proses dari sistem diterapkan (dengan cara apa, oleh siapa dan dimana), termasuk proses-proses manual.

2. Diagram Alur Data Logika

Diagram Alur Data Logika (DADL) adalah diagram yang lebih tepat digunakan untuk menggambarkan sistem yang akan diusulkan (sistem yang baru). Untuk sistem komputerisasi, penggambaran DADL hanya menunjukkan kebutuhan proses dari sistem yang diusulkan secara logika, biasanya proses-proses yang digambarkan hanya merupakan proses-proses secara komputer saja.

Kekomplekan sistem informasi yang kita buat berpengaruh terhadap tingkat level pada DFD, semakin kompleks sistem kita semakin tinggi level DFD yang dihasilkan.

 

Referensi :

  • https://glints.com/id/lowongan/dfd-adalah/#.YECD49wxXIU
  • https://qwords.com/blog/apa-itu-dfd-dan-contoh/
  • https://www.konsepkoding.com/2020/05/pengertian-dfd-jenis-dfd-fungsi-dfd-contohnya.html
  • https://caraguna.com/pengertian-dfd-dan-jenisnya/

Add Comment

error: Ga bisa dicopy