Tutorial Git : #2 Cara Install Git di Windows dan Linux

Git merupakan software berbasis Version Control System (VCS) yang bertugas untuk mencatat perubahan seluruh file atau repository suatu project. Developer software biasa menggunakan Git untuk distributed revision (VCS terdistribusi), hal ini bertujuan untuk menyimpan database tidak hanya ke satu tempat. Namun semua orang yang terlibat dalam penyusunan kode dapat menyimpan database ini.

Prosedur yang diterapkan ini dapat membantu antar divisi project untuk memantau dan menghubungkan (merge) antar ekstensi yang berbeda dengan mudah. Sehingga aplikasi yang dibuat oleh sebuah tim project dapat berfungsi tanpa menghubungkan secara manual.

Terdapat istilah commit pada Git yang berfungsi untuk menyimpan riwayat perubahan data pada file. Melalui commit, developer dapat kembali ke source code sebelumnya dengan istilah checkout.

Untuk mengoperasikan Git, kamu perlu menginstall software terlebih dahulu sehingga pekerjaan ini dapat dilakukan secara offline (tidak terkoneksi internet). Software ini juga tersedia secara gratis melalui web unduhan resminya di Git Downloading.

Sebelum mempelajari bagaimana cara menggunakan Git, kita perlu menginstalnya terlebih dahulu di perangkat yang kita gunakan. Kita bisa menginstal Git baik di Windows maupun di Linux. Berikut adalah panduan menginstal Git di kedua sistem operasi tersebut:

 

Cara Install Git di Windows

1. Download File Git

Untuk menginstall Git, kita perlu mengunduh file-nya terlebih dahulu di situs resminya. Download sesuai tipe sistem operasi pada komputer kita. Apabila tipe sistem operasi komputer kita 64 bit,  pilih Git yang mendukung Windows 64 bit.

2. Install Git

Setelah selesai mengunduh file Git, buka setup aplikasi Git untuk memulai proses instalasi. Halaman awal setelah kita membuka setup aplikasi Git adalah tampilan Document License dari Git. Klik Next untuk melanjutkan instalasi.

3. Tentukan Lokasi Instalasi Git

Selanjutnya, pilih lokasi untuk install Git pada komputer kita. Pada tutorial ini Git diinstall di lokasi C:\Program Files\Git. Setelah menentukan lokasi instalasi Git, klik Next untuk melanjutkan .

4. Pilih Komponen Tambahan

Kemudian pilih komponen tambahan untuk install Git. Fungsi komponen ini adalah untuk memperlancar penggunaan Git dan mendukung file dengan kapasitas besar. Sesuaikan komponen tambahan yang dipilih seperti pada gambar di bawah ini. Jika sudah klik Next untuk melanjutkan instalasi.

5. Tentukan Nama Aplikasi Git

Sebenarnya Kita bebas mengganti nama aplikasi Git yang akan ditampilkan pada Start Menu. Akan tetapi, demi kemudahan saat mencari aplikasi ini, sebaiknya gunakan nama Git saja.

6. Tentukan File Editor

Untuk mengedit script melalui Git, Kita memerlukan file editor. Kita bebas menggunakan file editor apa pun untuk dikombinasikan dengan Git. Pada tutorial ini, kami menggunakan Visual Studio Code sebagai code editornya. Klik Next apabila Kita sudah menentukan file editor yang akan Kita gunakan.

7. Atur Path Environment

Selanjutnya adalah pengaturan Path Environment. Path Environment berfungsi untuk mengeksekusi perintah perintah pada Git. Pilih Git from the command line and also from 3rd-party software agar saat menjalankan perintah Git dapat dikenali di Command Prompt (CMD) pada Windows.

Baca Juga  Mengenal File ISO dan Cara Menggunakan di Windows

8. Pilih Aplikasi SSH

Kemudian untuk mengeksekusi SSH, Kita bisa menggunakan aplikasi dari Git atau  dari platform lain seperti PuTTY dan Bitvise. Pada tutorial ini kami menggunakan Use OpenSSH, aplikasi default SSH dari Git. Klik Next untuk melanjutkan instalasi.

9. Pilih Line Ending

Selanjutnya, Kita perlu memilih pengaturan line ending. Pada tutorial ini kami memilih Checkout Windows-style, commit Unix-style line endings. Klik Next untuk melanjutkan instalasi.

10. Pilih Emulator Terminal

Setelah itu, Kita perlu memilih emulator terminal yang akan digunakan. Kita bisa menggunakan Command Prompt atau MinTTY. Karena ingin menggunakan Command Prompt, pada tutorial ini dipilih Use MinTTY (the default terminal of MSYS2). Klik Next untuk melanjutkan instalasi.

11. Tentukan Opsi ekstra

Terdapat beberapa opsi ekstra yang bisa Kita pilih. Pertama, pilih Enable File System Caching agar Git memiliki fungsi system caching. Kedua, pilih Enable Git Credential Manager agar Git bisa dikombinasikan dengan aplikasi lain seperti Visual Studio, Android Studio, dan GitHub. Klik Next untuk melanjutkan instalasi.

12. Mulai Proses Instalasi

Setelah menambahkan konfigurasi ekstra pada Git, Kita bisa memulai proses instalasi Git. Klik Install untuk melanjutkan proses.

13. Cek Versi Git

Setelah proses instalasi selesai, Kita perlu mengecek apakah instalasi Git berhasil atau tidak. Kita bisa mengeceknya melalui Command Prompt. Klik Win+R lalu ketik CMD untuk membuka Command Prompt seperti di bawah ini.

Selanjutnya masukan perintah berikut untuk cek versi git dan cek apakah Git sudah terinstall di komputer kita.

git –version

Jika Git berhasil terinstall, Kita akan melihat tampilan seperti di bawah ini yang menunjukkan versi Git.

 

 

Cara Install Git di Linux Ubuntu

Langkah instalasi Git di Ubuntu berbeda dengan Windows. Cara install Git di Ubuntu hanya membutuhkan tiga langkah singkat, yaitu:

1. Update Linux Ubuntu

Sebelum memulai instalasi Git, Kita perlu mengupdate Linux Ubuntu untuk memperbarui package-package pada Linux. Masukkan perintah berikut untuk update Linux Ubuntu.

sudo apt-get update

2. Install Git

Setelah proses update Linux Ubuntu selesai, Kita bisa memulai instalasi Git menggunakan perintah berikut:

sudo apt-get install git

3. Cek Versi Git

Setelah proses instalasi selesai, Kita perlu mengecek apakah instalasi berhasil atau tidak. Gunakan perintah berikut untuk mengecek keberhasilan instalasi Git:

git –version

Jika proses instalasi Git berhasil, akan muncul hasil seperti di bawah ini. Kita akan melihat versi Git yang telah terinstall di Linux Ubuntu.

 

Cara Menggunakan Git

Setelah berhasil install Git, selanjutnya kita akan menggunakan Git. Berikut langkah-langkah menggunakan Git.

Baca Juga  Cara Install dan Konfigurasi Docker di Windows Desktop

1. Login Git

Untuk login ke Git, kita bisa menggunakan akun GitHub, Gitlab, atau Bitbucket. Jika belum memiliki akun dari ketiga platform tersebut, Kita bisa mendaftarkan diri terlebih dahulu. Selanjutnya Kita bisa melakukan login awal pada Git  menggunakan Command Prompt  (Windows) atau Command Line (Linux) .

Pada tutorial ini Git yang digunakan menggunakan akun GitHub. Selanjutnya, masukkan username GitHub kita menggunakan perintah di bawah ini. Lalu tekan ENTER jika sudah benar.

git config –global user.name “usernameGitHub”

Kemudian masukkan email kita yang terdaftar di GitHub menggunakan perintah di bawah  ini. Lalu tekan ENTER jika sudah benar.

git config –global user.email “namaemail@x.com”

Selanjutnya untuk memastikan proses login Kita berhasil, masukkan perintah berikut.

$ git config –list

Jika berhasil login, hasilnya akan tampil seperti berikut ini :

2. Login Github

Langkah kedua dalam belajar menggunakan Git adalah kita harus login ke dalam website GitHub. Github dan Git memiliki hubungan khusus, yaitu Git yang berperan sebagai version control system dan Github menjadi hosting atau sebagai penyimpan kode pemrograman.

Setelah kita login, akan muncul tampilan dashboard dari GitHub seperti  gambar di bawah ini.

3. Buat Repository

Setelah berhasil login ke GitHub, Kita bisa mulai membuat repository. Klik tombol New pada menu Repositories untuk membuat repository baru.

Kemudian Kita akan diarahkan pada halaman untuk membuat repository baru seperti gambar di bawah ini.

Kita perlu mengisi detail informasi berikut:

    • Nama Repository : digunakan untuk identitas repository yang dibuat.
    • Deskripsi Repository : berfungsi untuk deskripsi dari repository yang dibuat.
    • Jenis Repository   : jenis repository  dibagi menjadi Public dan Private. Ketika kita mengatur repository menjadi Public, orang lain dapat melihat repository yang kita buat. Sebaliknya, jika kita mengaturnya sebagai Private, repository tersebut hanya bisa diakses oleh kita.

Setelah mengisi detail informasi di atas, klik Create Repository.

 

4. Buat Folder pada Windows

Selanjutnya, kita perlu membuat folder pada local disk komputer kita dengan folder name disamakan dengan nama repository yang sudah kita buat pada tahap 3 di atas, pada contoh ini folder name dengan nama webschool, untuk lokasi penyimpanan folder tersebut bisa di direktori/drive manapun. Fungsi folder yang kita buat pada komputer kita adalah untuk menyimpan update file dari repository GitHub yang telah kita buat.

5. Buka Folder Menggunakan Git Bash

Setelah berhasil membuat folder pada local disk komputer Kita,  buka folder tersebut dengan cara klik kanan lalu pilih Git Bash Here.

Setelah itu, Command Prompt akan muncul seperti di bawah ini :

6. Ubah Folder Menjadi Repository

Setelah itu, ubah folder tersebut menjadi repository menggunakan perintah berikut:

git init

7. Tambahkan File ke Repository

Untuk bisa menambahkan file ke repository GitHub, kita perlu menerapkan langkah-langkah di bawah ini :

    • Buat file di folder yang sudah dibuat pada komputer kita (webschool). Contohnya, di sini kita membuat file index.php
    • Buka GitBash lalu masukkan perintah berikut :
Baca Juga  Cara Mudah Menggambar Diagram Secara Online dengan Draw.io

git add index.php

Perintah tersebut tidak akan menghasilkan output apa pun.

Supaya file yang di add tidak satu persatu ditambahkan kita bisa ubah sintaknya menjadi :

git add .

(setelah add ditambahkan spasi dan tanda titik)

8. Buat Commit 

Commit berfungsi untuk menambahkan update file serta komentar. Jadi setiap kontributor bisa memberikan konfirmasi update file di proyek yang sedang dikerjakan. Masukkan perintah berikut untuk membuat Commit :

git commit -m “first commit”

Pada tutorial ini membuat first commit sebagai Commit pertama. Kita bebas membuat membuat nama Commit apa saja.

9. Remote Repository Github

Remote repository berfungsi untuk mengupload file yang telah kita buat sebelumnya di local disk. Masukkan perintah berikut ini untuk melakukan remote repository :

git remote add origin git@github.com:UserNameGit/NamaRepository.git

Perintah di atas tidak akan menghasilkan output apa pun.

10. Push ke GitHub 

Langkah terakhir adalah push ke GitHub, Push ini berfungsi untuk mengupload hasil akhir dari langkah-langkah di atas. Masukkan perintah berikut untuk melakukan push ke GitHub :

git push -u origin master

Perintah di atas akan menampilkan pop up sign in GitHub. Kita perlu login untuk melanjutkan proses push ke GitHub.

Jika push ke github gagal dengan indikator seperti berikut :

Permission denied (publickey).
fatal: Could not read from remote repository.

Please make sure you have the correct access rights
and the repository exists.

Hal tersebut terjadi karena belum dibuatkan settingan SSH pada Github-nya, solusinya seperti berikut ini :

    1. ssh-keygen, klik enter untuk default hingga tampilan seperti gambar dibawah :
    2. Buka folder C:\Users\namauser\.ssh
    3. Kemudian buka file id_rsa.pub dengan notepad dan copy semua isi dalam file tersebut
    4. Buka akun Github kita, kemudian masuk ke pengaturan akun (settings)
    5. Buka menu “SSH and GPG Keys
    6. Klik “New SSH Key
    7. Pada kolom title ketikan windows-key dan paste seluruh isi dari file id_rsa.pub yang sudah dicopy tadi di kolom Key, kemudian klik Add SSH key
    8. Sistem akan mengkonfirmasi password, ketikan password dan klik Confirm Password
    9. Tampilan pada settingan SSH keys muncul SSH keys yang sudah dibuat
    10. Lakukan kembali metode push pada CMD Git, jika metode push berhasil akan mengeluarkan tampilan seperti berikut :

11. Cek File 

Setelah itu, cek repository yang telah kita buat. Kita akan mendapati file-file yang telah ditambahkan sebelumnya.

 

Semua developer wajib mengetahui cara menggunakan Git ini, karena akan sangat membantu dalam mengerjakan project pembuatan website maupun project lainnya. Demikian penjelasan tentang cara menggunakan Git, semoga bermanfaat.

Add Comment

error: Ga bisa dicopy