Cara Lengkap dan Mudah Install Plugin WordPress

Wordpess merupakan CMS (Content Management Sistem) yang sangat flexibel untuk membuat sebuah website, karena WordPress juga open source sehingga sangat mudah untuk mendapatkan update dan menginstall banyak plugin atau tema di platform ini.

Dengan platform WordPress, kita akan dengan mudah membuat website seperti company profile, website sekolah, website toko online, website marketplace dan masih banyak lagi. Dengan hanya menginstall tema yang sesuai dengan kebutuhan, selanjutnya kita tinggal menyesuaikan tampilan tema dengan menginstall plugin sesuai kebutuhan.

Sebagai salah satu Content Management Sistem (CMS) terpopuler, WordPress memberikan fleksibilitas dan berbagai opsi penyesuaian yang bisa kita manfaatkan. Tersedia berbagai macam plugin WordPress yang bisa mengoptimalkan fungsionalitas website.

WordPress memiliki direktori sendiri yang memuat plugin gratis dan premium. Plugin ini memungkinkan kita menambahkan berbagai fitur, mulai dari contact form dan buletin khusus hingga cache dan keamanan website.

Beberapa plugin WordPress juga bisa mengubah fungsi situs WordPress kita menjadi toko eCommerce atau platform eLearning.

Dalam tutorial ini, akan dijelaskan cara install plugin WordPress menggunakan tiga metode dan juga tips untuk mencari plugin WordPress yang mampu mengoptimalkan situs kita.

 

1. Install Plugin WordPress dari Direktori Plugin Resmi

Cara termudah untuk instal plugin WordPress adalah dengan mengakses direktori plugin resmi melalui area admin WordPress kita, namun direktori plugin WordPress ini terbatas pada opsi plugin gratis saja.

Buka dashboard WordPress dan arahkan ke Plugins -> Add New. Cari nama plugin di kolom pencarian. Anda juga bisa mencari plugin WordPress unggulan, populer, atau yang direkomendasikan dengan mengeklik tab di sebelah kiri.

Misalnya, jika mencari plugin Classic Editor, kita akan melihatnya sebagai hasil pertama. Klik tombol Install Now untuk memulai penginstalan plugin. Tunggu hingga selesai, lalu klik tombol Activate untuk menyelesaikan cara instal plugin WordPress. Setelah mengaktifkan plugin, cek dan konfigurasikan pengaturannya di bagian Plugins -> Installed Plugins.

Baca Juga  Tutorial Bootstrap #5 : Table Class Pada Bootstrap

 

2. Install Plugin WordPress Secara Manual

Cara lain untuk install plugin WordPress adalah dengan mengunggah file plugin secara manual melalui dashboard WordPress.

Metode ini memungkinkan kita unuk menginstal plugin WordPress yang tidak ada di direktori resmi, tapi tersedia dari direktori pihak ketiga seperti CodeCanyon, Codester dan sebagainya.

Sebelum memulai cara menambahkan plugin di WordPress, kita harus mengunduh file ZIP plugin tersebut lebih dulu dari sumber yang dipilih, misalĀ WordPress Social Share Buttons.

Kemudian, buka area admin WordPress, lalu klik Plugins -> Add New. Cari tombol Upload Plugin di sisi kiri atas halaman. Pilih file ZIP plugin yang ingin diunggah, lalu klik Install Now untuk instal plugin WordPress.

Tunggu sampai pengisntalan selesai, lalu klik Activate Plugin.

 

3. Install Plugin WordPress Menggunakan Klien FTP

Ada beberapa plugin WordPress premium dan kustom yang harus diinstal secara manual melalui klien FTP. Bagi pemula, cara ini mungkin lebih rumit karena harus mempelajari cara mengonfigurasikan klien FTP lebih dulu.

Untuk cara upload plugin di WordPress, ekstrak file ZIP plugin dan simpan ke folder di komputer kita lebih dulu. Folder file plugin yang diekstrak inilah yang nantinya perlu kita unggah melalui klien FTP.

Kemudian, hubungkan website kita ke server FTP. Untuk melakukannya, cari tahu detail FTP dari penyedia hosting yang kita sewa.

Untuk terhubung, akses klien FTP bisa menggunakan FileZilla. Masukkan kredensial login kita, lalu tekan tombol Quickconnect. Selanjutnya, buka panel Remote Site dan cari folder wp-content/plugins/.

Di panel Local Site, unggah folder plugin yang tadi sudah diekstrak, ke folder wp-content/plugins/ di server kita.

Selesai, kita berhasil menyelesaikan cara pasang plugin di WordPress.

Untuk mengaktifkan plugin, akses dashboard WordPress Anda. Buka bagian plugin -> Installed Plugins, cari plugin, lalu klik Activate.

Baca Juga  Form HTML

Hal-Hal yang Harus Diingat saat Memilih Plugin

Ada banyak plugin di direktori plugin WordPress, dan bahkan lebih banyak lagi di situs web pihak ketiga. Kita bisa saja kebingungan memilih opsi yang akan sesuai kebutuhan, apalagi jika baru terjun ke dunia WordPress.

 

Pembaruan Rutin

WordPress merilis pembaruan rutin untuk terus memperbarui sistemnya. Mereka melakukannya untuk meningkatkan performa, menjaga keamanan, memperbaiki bug, dan menambahkan fitur baru.

Jadi, sebelum memulai cara instal plugin WordPress, pertimbangkan poin-poin ini:

    • Kapan terakhir plugin diperbarui. Plugin WordPress yang sering diperbarui bisa mencegah pelanggaran keamanan. Selain itu, ini juga menandakan bahwa developer masih aktif mengelola dan meng-upgrade plugin.
    • Jumlah penginstalan. Angka ini menunjukkan popularitas plugin. Umumnya, makin banyak jumlah instalasi aktif, makin baik pula kualitasnya.
    • Peringkat/rating. Ulasan dan tanggapan pengguna bisa membantu dalam hal ini. Anda bisa melihat performa plugin dengan bukti dari user lain.
    • Kompatibilitas. Plugin yang rutin diperbarui biasanya kompatibel dengan versi terbaru WordPress. Selalu lihat tab deskripsi untuk mencari tahu versi WordPress yang diperlukan untuk menjalankan plugin.

Pastikan Fungsinya Sesuai

Sebelum mengunduh dan memulai cara instal plugin WordPress, baca lebih dulu informasi yang disediakan oleh developer. Baca dokumentasinya, kunjungi forum dukungannya, dan baca ulasannya.

Kita juga bisa mencari tahu lewat postingan blog karena saat ini ada banyak website yang memberikan ulasan tentang berbagai plugin.

 

Instal Plugin Satu per Satu

Saat mengetes plugin, pastikan untuk selalu menginstal dan mengujinya satu per satu. Kita bisa melihat apakah plugin tersebut menyebabkan masalah pada website, dan apakah kita bisa memperbaikinya.

Apabila memilih untuk menginstal banyak plugin sekaligus, sebaiknya nonaktifkan plugin lain terlebih dahulu sebelum mencoba yang lain.

Selain itu, jika ada beberapa plugin yang tidak aktif, sangat disarankan untuk menghapusnya karena bisa memperlambat website dan memengaruhi performanya.

Baca Juga  3 Langkah Membuat Learning Management System (LMS) Moodle Gratis

 

Hanya Gunakan Satu Plugin untuk Setiap Fungsi

Meskipun bisa menambahkan fitur baru dan meningkatkan fungsionalitas website, plugin yang terlalu banyak bisa memperlambat situs Anda.

Sebab, setiap kali kita install plugin WordPress, kode baru akan masuk ke website. Jika digunakan secara berlebihan, plugin akan mengirimkan terlalu banyak permintaan HTTP untuk memuat asetnya, seperti stylesheet CSS, file JavaScript, dan gambar sehingga loading website pun menjadi lambat.

Selain itu, adanya lebih dari satu plugin WordPress dengan fungsi sama bisa mengakibatkan masalah, hingga akhirnya salah satu atau kedua plugin akan rusak. Jadi, sebaiknya cukup install satu plugin untuk setiap fungsi.

Contohnya, Yoast SEO dan AISEO memiliki fitur yang serupa. Nah, jadi, kita hanya perlu memilih salah satunya agar tidak terjadi masalah plugin.

Banyaknya plugin yang tersedia baik di direktori resmi WordPress maupun di website pihak ketiga juga mungkin akan membuat kita kebingungan memilih opsi mana yang paling baik. Berikut adalah rekomendasi plugin WordPress yang perlu kita instal:

  • Yoast SEO. Membantu mengoptimalkan postingan blog WordPress dan SEO halaman melalui optimasi kata kunci dan meta description
  • W3 Total Cache. Meningkatkan performa dan mempercepat website dengan melakukan caching dan integrasi dengan CDN.
  • Google XML Sitemaps. Menyediakan XML sitemapĀ secara otomatis untuk SEO yang lebih baik.
  • Akismet Spam Protection. Mendeteksi dan memfilter spam di kolom komentar dan contact form untuk mencegah serangan berbahaya.

Demikian tutorial ini semoga bisa membantu dalam memulai cara menambahkan plugin di WordPress, baik di blog maupun website. Apabila masih belum yakin plugin apa saja yang harus digunakan, coba identifikasi kekurangan website kita saat ini. Kemudian, cari tahu plugin yang tersedia dan bandingkan faktor-faktor penting seperti kompatibilitas, ulasan, dan pembaruan terakhir.

Add Comment

error: Ga bisa dicopy