Site icon agussuratna.net

Tutorial Java #6 : Jenis-jenis Operator dalam Bahasa Java

Pengertian Operand dan Operator

Operand adalah nilai asal yang dipakai dalam sebuah proses operasi, sedangkan Operator adalah instruksi yang diberikan untuk mendapatkan hasil dari proses tersebut.

Biasanya operator berbentuk karakter matematis atau perintah singkat sederhana. Sebagai contoh, pada operasi : 10+2. Angka 10 dan 2 disebut sebagai operand, sedangkan tanda tambah (+) adalah operator.

 

Operator Unary, Binary dan Ternary

Berdasarkan jumlah operand-nya, operator dibagi menjadi 3 jenis :

Jenis-jenis Operator dalam Bahasa Pemrograman Java Berikut jenis-jenis operator dalam bahasa pemrograman Java:

 

 

Operator Aritmatika

Operator aritmatika adalah operator yang biasa kita temukan untuk operasi matematika. Aritmatika sendiri merupakan cabang ilmu matematika yang membahas perhitungan sederhana seperti kali, bagi, tambah dan kurang (kabataku). Selain keempat operasi tersebut, bahasa Java juga memiliki operasi modulo division atau operator % yang dipakai untuk mencari sisa hasil bagi.

Tabel berikut merangkum operator aritmatika dalam bahasa pemrograman Java :

 

Operator Increment dan Decrement

Operator increment dan decrement adalah sebutan untuk operasi seperti a++ dan a–. Ini sebenarnya penulisan singkat dari operasi a = a + 1 serta a = a – 1.

Increment digunakan untuk menambah variabel sebanyak 1 angka, sedangkan decrement digunakan untuk mengurangi variabel sebanyak 1 angka.

Penulisannya menggunakan tanda tambah 2 kali untuk increment, dan tanda kurang 2 kali untuk decrement. Penempatan tanda tambah atau kurang ini boleh di awal seperti ++a dan –a, atau di akhir variabel seperti a++ dan a–.

Dengan demikian terdapat 4 jenis increment dan decrement dalam bahasa Java :

Operator Perbandingan / Relasional

Operator perbandingan dipakai untuk membandingkan 2 buah nilai, apakah nilai tersebut sama besar, lebih kecil, lebih besar, dan lain-lain. Hasil dari operator perbandingan ini adalah boolean True atau False.

Tabel berikut merangkum hasil dari operator perbandingan dalam bahasa Java :

Operator Logika / Boolean

Operator logika dipakai untuk menghasilkan nilai boolean true atau false dari 2 kondisi atau lebih. Tabel berikut merangkum hasil dari operator logika dalam bahasa Java :

Rumus yang dipakai adalah sebagai berikut :

Operator Bitwise

Bitwise adalah operator khusus untuk menangani operasi logika bilangan biner dalam bentuk bit. Bilangan biner sendiri merupakan jenis bilangan yang hanya terdiri dari 2 jenis angka, yakni 0 dan 1. Jika nilai asal yang dipakai bukan bilangan biner, akan dikonversi secara otomatis oleh compiler Java menjadi bilangan biner, misalnya 7 desimal = 0111 dalam bilangan biner.

Bahasa Java mendukung 6 jenis operator bitwise, daftar lengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut :

 

Operator Assignment

Operator assignment adalah operator yang digunakan untuk memberikan nilai ke dalam suatu variabel. Di dalam bahasa Java, operator assignment menggunakan tanda sama dengan “=“. Nantinya juga terdapat operator assignment gabungan, seperti “+=“, “-=” dan sebaginya.

 

 

Operator Ternary

Operator ternary adalah operator yang terdiri dari 3 operand.  Operator ini identik dengan simbol ? (Tanya) dan : (Titik Dua). Kondisi(?:) merupakan operator ternary, yang berarti bahwa operator ini mempunyai 3 argumen yang membentuk suatu kejadian/expresi, Operator ini hampir mirip dengan statement if-else.

Struktur pernyataan Operator Kondisi(?:), seperti berikut ini :

expresi1?epresi2:expresi3

Sebagai contoh, kita akan mencoba membuat program menggunakan operator kondisi (?:), perhatikan kode program berikut ini :

public class operator_kondisi {
    public static void main(String[] args){
        int score = 80;
        String hasil;
        hasil = score > 70?"Lulus":"Tidak Lulus";
        System.out.println(hasil);
    }
}

Untuk contoh yang kedua, kita akan menggunakan tipe data Integer dan char, seperti berikut ini :

public class operator_kondisi {
    public static void main(String[] args){
        int score = 0;
        char jawaban = 'B';
        score = (jawaban == 'B')?100:50;
        System.out.println("Nilai yang didapat: "+score);
    }
}

Contoh yang ketiga, menghitung nilai tertinggi menggunakan kondisi (?:) :

public class operator_kondisi {
    public static void main(String[] args){
        int IPS = 50;
        int MTK = 440;
        int IPA = 100;
        int tertinggi;

        tertinggi = (IPS > MTK)?IPS:(MTK > IPA)?MTK:(IPA > IPS)?IPA:IPS;

        System.out.println("Nilai Tertinggi: "+tertinggi);
    }
}

Penjelasan :

Exit mobile version